Vrydag, 22 Maart 2013

HAK ASASI MANUSIA


HAK HASASAI MANUSIA
HAK asasi manusia adalah sesuatu yang penting bagi menjamin keperluan dan kepentingan asasi setiap insan. Penakrifan hak asasi manusia berbeza dari satu negara ke satu negara lain.Namun hak asasi seperti kebebasan menjalani kehidupan yang mengikut lunas undang-undang, agama dan budaya, hak untuk mendapat pelajaran dan mencari pekerjaan, hak bersuara dan hak beribadat misalnya adalah sesuatu yang asasi dan fitrah bagi setiap individu. Hak kemanusiaan kadangkala dianggap sebagai tanggapan moral yang didukung oleh masyarakat dan sebahagian besarnya dilaksanakan dengan undang-undang.
Justeru, hak-hak yang digariskan oleh setiap perlembagaan sesebuah negara dan agama pelu diakui dan perlu ditegakkan secara adil, berhemah dan bijaksana. Namun apabila disebut tentang hak asasi manusia, Barat sering dijadikan rujukan mutlak. Cara berfikir dan cara hidup orang Barat dijadikan penimbangtara mengenai jenis hak asasi manusia yang harus digunapakai.Negara seperti Malaysia tidak sama dengan Sweden atau Amerika Syarikat yang perlu dijadikan rujukan mutlak mengenai gaya hidup dan cara berfikir masyarakatnya. Para remaja tidak harus menentang untuk menjadi negara maju tetapi biarlah maju dalam acuan kita sendiri. Acuan kita sendiri tidak bermaksud untuk menolak faktor maju daripada Barat tetapi binaan negara Malaysia yang memiliki kepelbagaian budaya, agama dan system kepercayaan memungkinkan hak asasi ditegakkan atas faktor-faktor berkenaan. Kemajuan ilmu pengetahuan serta kemajuan yang diperolehi daripada Barat misalnya, harus dijadikan sebagai faedah berbanding yang baik bagi Malaysia.Walaubagaimanapun, para remaja harus sedar bahawa Barat kini sedang mengalami pengaruh pasca-modenisme dan neoliberalisme yang sifatnya anarki. Krisis genetik yang mereka alami, penolakan terhadap sistem kekeluargaan, berkembangnya amalan gay dan lesbian, kebebasan tanpa batas yang berlaku di kalangan remaja dijadikan kriteria penting dalam menentukan hak asasi manusia. Mereka tidak lagi dipandu oleh etika agama jauh sekali aliran falsafah yang membawa ke arah kemurnian. Hak asasi banyaknya hanya dihubungkan dengan faham individualistik, konsumeristik dan hedonisitik.



Sejarah Hak Asasi Manusia
Hak-hak Asasi Manusia adalah hak-hak yang diberikan langsung oleh Tuhan Yang Maha Pencipta (hak-hak yang bersifat kodrati). Oleh karenanya tidak ada kekuasaan apapun di dunia yang dapat mencabutnya. Meskipun demikian bukan berarti dengan hak-haknya itu dapat berbuat semau-maunya. Sebab apabila seseorang melakukan sesuatu yang dapat dikategorikan melanggar hak asasi orang lain, maka ia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Pada hakikatnya Hak Asasi Manusia terdiri atas dua hak dasar yang paling fundamental, ialah hak persamaan dan hak kebebasan. Dari kedua hak dasar inilah lahir hak-hak asasi lainnya atau tanpa kedua hak dasar ini, hak asasi manusia lainnya sulit akan ditegakkan.Mengingat begitu pentingnya proses internalisasi pemahaman Hak Asasi Manusia bagi setiap orang yang hidup bersama dengan orang lainnya, maka suatu pendekatan historis mulai dari dikenalnya Hak Asasi Manusia sampai dengan perkembangan saat ini perlu diketahui oleh setiap orang untuk lebih menegaskan keberadaan hak asasi dirinya dengan hak asasi orang lain.
           Pada deklarasi HAM yang dicetuskan di Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tanggal 10 desember 1948, tidak berlebihan jika dikatakan sebagai puncak peradaban umat manusia setelah dunia mengalami malapetaka akibat kekejaman dan keaiban yang dilakukan negara-negara Fasis dan Nazi Jerman dalam Perang Dunia II.
            Pada deklarasi HAM sedunia itu mengandung makana ganda, baik ke luar (antar negara-negara) maupun ke dalam (antar negara-bangsa), berlaku bagi semua bangsa dan pemerintahan di negara-negaranya masing-masing. Makna ke luar adalah berupa komitmen untuk saling menghormati dan menjunjung tinggi harkat dan martabat kemanusiaan antar negara-bangsa, agar terhindar dan tidak terjerumus lagi dalam malapetaka peperangan yang dapat menghancurkan nilai-nilai kemanusiaan. Sedangkan makna ke dalam, mengandung pengertian bahwa Deklarasi HAM seduania itu harus senantiasa menjadi kriteria objektif oleh rakyat dari masing-masing negara dalam menilai setiap kebijakan yang dikelauarkan oleh pemerintahnya.






KESIMPULAN
Berdasarkan uraian atau penjelasan diatas penulis dapat mensimpulkan bahwa HAM adalah hak yang harus dimiliki oleh semua orang tidak di Indonesia saja tetapi orang yang ada di dunia ini . Melanggar HAM seseorang bertentangan dengan hukum yang berlaku di Indonesia . Hak asasi manusia memiliki wadah organisasi yang mengurus permasalahan seputar hak asasi manusia yaitu Komnas HAM , jadi jika seseorang mendapatkan pelanggaran HAM dapat diselesaikan di KOMNAS HAM .

Kasus pelanggaran HAM di Indonesia memang masih banyak yang belum terselesaikan / tuntas sehingga diharapkan perkembangan dunia HAM di Indonesia dapat terwujud ke arah yang lebih baik.


DAFTAR PUSTAKA

http://repository.gunadarma.ac.id/bitstream/123456789/6316/1/Effect%20of%20macroeconomic%20indicators%20on%20firm%20profitability%20and%20its%20implication%20on%20stock%20price%20a%20case%20study.pdf

Geen opmerkings nie:

Plaas 'n opmerking